
Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan yang kerap berjalan cepat dan tanpa jeda, masih ada ruang-ruang sunyi yang dihuni oleh mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Bagi sebagian orang, makanan hangat mungkin perkara sepele. Namun bagi yang lain, semangkuk bubur sederhana bisa menjadi penopang harapan, penguat tenaga, sekaligus pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Dari kesadaran inilah Gerakan Infaq Nutrisi kembali hadir membawa keberkahan dan cahaya kepedulian.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, Langkah Amanah bersama ZIS Indosat menyalurkan sebanyak 200 cup bubur kacang hijau dan ketan hitam kepada masyarakat sekitar kantor Langkah Amanah. Bubur hangat yang dibagikan bukan sekadar sajian pangan, melainkan wujud nyata kasih sayang dan kepedulian sosial yang lahir dari amanah para donatur. Setiap cup disiapkan dengan niat tulus: agar yang menerima merasakan kehangatan, bukan hanya di perut, tetapi juga di relung hati.
Allah SWT mengingatkan umat-Nya bahwa kepedulian kepada sesama adalah bagian dari keimanan yang sejati. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 8)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa memberi makan bukanlah sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah. Bahkan, yang diberikan bukanlah sisa atau kelebihan semata, melainkan sesuatu yang dicintai dan dibutuhkan.
Bubur kacang hijau dan ketan hitam dipilih bukan tanpa alasan. Selain mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia, keduanya mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Di balik kesederhanaannya, tersimpan perhatian yang mendalam: memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar membawa manfaat. Inilah ruh dari Gerakan Infaq Nutrisi—menghadirkan kebaikan yang membumi, sederhana, namun penuh makna.

Suasana pendistribusian berlangsung dengan hangat dan penuh rasa syukur. Senyum para penerima manfaat menjadi pemandangan yang menenangkan jiwa. Ada lansia yang menerimanya dengan mata berkaca-kaca, ada pekerja harian yang mengucap terima kasih lirih, dan ada anak-anak yang menyambut dengan wajah ceria. Dalam momen-momen seperti inilah kita kembali diingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan dengan ikhlas, akan selalu menemukan jalannya untuk sampai ke hati.
Rasulullah ﷺ pun menegaskan kemuliaan memberi makan dalam sabdanya:
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini menempatkan memberi makan sejajar dengan amalan-agama besar lainnya, menunjukkan betapa pentingnya kepedulian sosial dalam ajaran Islam. Memberi makan bukan hanya tentang mengenyangkan, tetapi tentang menghadirkan kasih sayang dan menjaga martabat sesama.
Langkah Amanah meyakini bahwa perubahan besar kerap bermula dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Satu cup bubur mungkin tidak mengubah dunia, tetapi ia mampu mengubah hati seseorang—menguatkan tubuhnya, menenangkan hatinya, dan menumbuhkan harapan dalam hidupnya. Melalui amanah para donatur, kebaikan ini terus mengalir tanpa henti.
Gerakan Infaq Nutrisi bersama ZIS Indosat bukan sekadar program berbagi, melainkan ikhtiar menjaga nurani kemanusiaan agar tetap hidup di tengah tantangan zaman. Semoga setiap suapan yang dinikmati para penerima manfaat menjadi saksi atas kebaikan yang dititipkan, serta menjadi pemberat amal di hadapan Allah SWT. Dan semoga gerakan ini terus menginspirasi lebih banyak hati untuk berbagi, karena dari hal yang sederhana, Allah menumbuhkan keberkahan yang luar biasa.