
Bulan Ramadhan adalah momentum istimewa yang selalu dinanti umat Islam. Di dalamnya terdapat kewajiban puasa, malam-malam penuh keberkahan, serta pahala yang dilipatgandakan. Namun sering kali kita terjebak pada anggapan bahwa hanya amalan besar yang bernilai tinggi. Padahal, dalam ajaran Islam, amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan konsisten justru sangat dicintai Allah.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ dalam hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan oleh Aisyah:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang kuantitas, tetapi juga tentang konsistensi dan keikhlasan.
Berikut beberapa amalan kecil yang dicintai Allah di bulan Ramadhan dan mudah untuk diamalkan siapa saja.
1. Tersenyum dan Berakhlak Baik
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan amarah serta menjaga lisan. Tersenyum kepada sesama, berkata lembut, dan menahan emosi termasuk amalan sederhana yang berpahala besar.
Dalam kondisi berpuasa, menjaga akhlak justru menjadi ujian sesungguhnya. Ketika kita memilih bersabar saat dipancing emosi, di situlah nilai puasa semakin sempurna.
2. Memberi Makan untuk Berbuka
Tidak harus dalam jumlah besar. Memberi sebutir kurma atau segelas air untuk berbuka sudah termasuk amalan mulia. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang memberi makan orang berbuka, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.
Amalan kecil ini bisa dimulai dari keluarga, tetangga, atau masyarakat sekitar. Bahkan berbagi takjil sederhana di masjid pun bernilai besar di sisi Allah.
3. Memperbanyak Istighfar dan Dzikir Ringan
Kalimat-kalimat ringan seperti:
- Subhanallah
- Alhamdulillah
- Allahu Akbar
- Astaghfirullah
Sering kali dianggap sepele, padahal timbangan pahalanya sangat berat. Ramadhan adalah bulan pengampunan. Memperbanyak istighfar di sela aktivitas harian menjadi amalan kecil yang berdampak besar bagi kebersihan hati.
4. Membaca Al-Qur’an Meski Sedikit
Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Allah menurunkan Al-Qur’an pada bulan ini sebagai petunjuk hidup manusia. Tidak semua orang mampu mengkhatamkan 30 juz, tetapi membaca beberapa ayat setiap hari dengan tadabbur sudah termasuk amalan yang dicintai Allah.
Yang terpenting adalah konsistensi. Lebih baik satu halaman setiap hari daripada banyak di awal lalu berhenti di tengah jalan.
5. Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuan Mereka
Doa yang dipanjatkan secara diam-diam untuk saudara kita memiliki keutamaan tersendiri. Malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan kebaikan yang sama untuk kita.
Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak doa, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, sahabat, dan umat Islam secara luas.
6. Menjaga Niat dan Keikhlasan
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat terkait dengan niat. Bahkan dalam hadis qudsi disebutkan bahwa puasa itu untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya.
Amalan kecil seperti memperbaiki niat sebelum beramal sering kali terlupakan. Padahal, niatlah yang menjadikan aktivitas biasa bernilai ibadah. Bekerja, memasak, menyiapkan sahur keluarga—semuanya bisa bernilai pahala jika diniatkan karena Allah.
7. Tidak Meremehkan Kebaikan Sekecil Apa Pun
Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak meremehkan amalan kecil. Bisa jadi satu sedekah kecil, satu doa tulus, atau satu kesabaran yang kita tahan menjadi sebab turunnya ampunan Allah.
Allah melihat ketulusan hati, bukan semata besarnya amalan.
Mengapa Amalan Kecil di Bulan Ramadhan Sangat Istimewa?
Ada tiga alasan utama mengapa amalan kecil di bulan Ramadhan begitu bernilai:
1. Dilakukan di waktu yang mulia
Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dan ampunan.
2. Dilipatgandakan pahalanya
Setiap kebaikan bernilai berlipat dibanding bulan lainnya.
3. Melatih konsistensi spiritual
Amalan kecil yang rutin membentuk karakter dan kebiasaan baik setelah Ramadhan usai.
Amalan-amalan Kecil yang dicintai
Amalan-amalan kecil yang dicintai Allah di bulan Ramadhan bukanlah hal yang sulit dilakukan. Tersenyum, berdzikir, membaca Al-Qur’an sedikit demi sedikit, berbagi makanan, hingga menjaga niat—semuanya adalah jalan menuju cinta Allah.
Jangan menunggu menjadi luar biasa untuk beramal. Mulailah dari yang sederhana, dari yang kecil, dan dari yang mampu kita lakukan hari ini. Karena di sisi Allah, yang kecil tapi istiqamah bisa lebih bernilai daripada yang besar namun jarang dilakukan.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum memperbaiki diri melalui amalan-amalan kecil yang konsisten dan penuh keikhlasan.