



Menjelang Ramadhan, sebagian penyintas banjir di Aceh memang sudah kembali ke rumahnya.
Namun yang mereka temui bukanlah dapur yang siap digunakan melainkan ruang yang masih dipenuhi lumpur dan kerusakan.
Banjir telah merendam hampir seluruh peralatan dapur.
Kompor yang menjadi alat utama memasak tertimbun lumpur, rusak, bahkan tak lagi bisa digunakan.
Kini banyak keluarga sebenarnya masih memiliki bahan makanan, tetapi tidak memiliki cara untuk mengolahnya.

“Beras masih ada, tapi kami tidak punya kompor untuk memasaknya,”
ungkap seorang warga saat tim berada di lokasi di Bireuen.
Tanpa kompor, dapur mereka benar-benar lumpuh.
Mereka kesulitan memasak untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang Ramadhan yang seharusnya menjadi waktu penuh kehangatan dan kebersamaan.
Akibat kehilangan peralatan dapur, banyak keluarga terpaksa:
Padahal, setelah banjir surut, perjuangan mereka justru baru dimulai.

Melalui campaign ini, Langkah Amanah mengajak #OrangBaik untuk membantu menghadirkan kembali dapur yang layak melalui:
Fokus bantuan meliputi:
Penyaluran bantuan diprioritaskan untuk penyintas di Bireuen sebagai titik utama, dan menyesuaikan kondisi lapangan, donasi juga berpeluang disalurkan ke wilayah terdampak banjir Aceh lainnya.
Dengan satu kompor, kamu bisa membantu mereka:
✔ Memasak kembali untuk keluarga
✔ Menyiapkan sahur dan berbuka secara mandiri
✔ Mengurangi ketergantungan pada bantuan makanan
✔ Memulihkan kehidupan setelah bencana
Bagi kita mungkin sederhana, tetapi bagi mereka, ini adalah langkah awal untuk bangkit.
Setelah banjir surut, yang mereka butuhkan bukan hanya makanan tetapi juga alat untuk bisa memasak kembali.
Satu kompor darimu bisa menghidupkan kembali dapur mereka.
Dan menghadirkan harapan baru menjelang Ramadhan.
Klik DONASI SEKARANG, dan bantu mereka menyalakan kembali dapur yang telah lama padam.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik