

Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Nyawa telah hilang, warga terluka, dan banyak keluarga kini menghadapi hari-hari penuh ketidakpastian. Saatnya kita hadir untuk mereka.
Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, ketika sebagian masyarakat masih terlelap, bumi tiba-tiba berguncang kuat.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah dan membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Di kawasan pesisir, warga juga sempat diarahkan menuju tempat yang lebih aman setelah adanya peringatan dini tsunami.
Dalam hitungan detik, suasana yang tenang berubah menjadi kepanikan.
Berdasarkan laporan awal BNPB, gempa telah mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka di Kabupaten Sikka.
Tim gabungan terus melakukan evakuasi, penanganan korban, serta pendataan dampak gempa di berbagai wilayah terdampak.
Data tersebut masih bersifat sementara.
Jumlah korban, kondisi masyarakat, hingga kerusakan bangunan masih terus diverifikasi oleh petugas di lapangan.
Namun di balik angka-angka tersebut, ada kehidupan yang berubah.
Ada keluarga yang kehilangan orang tercinta.
Ada warga yang harus keluar dari rumah dengan rasa takut.
Ada anak-anak, lansia, dan keluarga yang kini harus menghadapi situasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Bagi mereka, Magnitudo 7,7 bukan sekadar angka.
Ia adalah rasa takut, kehilangan, dan ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi setelah hari ini.
Setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan kembali terjadi, termasuk gempa berkekuatan Magnitudo 6,2, Magnitudo 6,2, dan Magnitudo 5,6.
Bagi kita yang jauh dari lokasi bencana, gempa mungkin hanya hadir sebagai kabar di layar.
Tetapi bagi masyarakat terdampak, setiap getaran dapat kembali menghadirkan kecemasan.
Mereka harus memastikan keluarganya selamat, menjauhi bangunan yang berisiko, dan menunggu kepastian tentang kondisi tempat tinggal mereka.
Di saat seperti inilah, kepedulian kita dibutuhkan.
Kita mungkin tidak berada di sana ketika bumi berguncang.
Kita mungkin tidak dapat ikut melakukan evakuasi.
Namun kita masih bisa memilih untuk tidak berpaling.
Melalui campaign Peduli Korban Gempa NTT, mari bersama menghadirkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat berdasarkan asesmen dan kondisi paling mendesak di lapangan, seperti:
Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan nyata masyarakat terdampak.
Karena bantuan terbaik bukan sekadar bantuan yang cepat datang, tetapi bantuan yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka.
Hari ini, saudara-saudara kita di NTT sedang diuji.
Mungkin kita tidak mengenal mereka.
Mungkin kita belum pernah bertemu.
Namun kemanusiaan tidak membutuhkan perkenalan untuk membuat kita peduli.
Rp10.000 mungkin terasa kecil. Rp20.000 mungkin terlihat sederhana.
Tetapi ketika banyak orang bergerak bersama, nominal kecil dapat berubah menjadi makanan, air bersih, kebutuhan dasar, dan harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi bencana.
Jangan menunggu memiliki banyak untuk mulai membantu.
Yang mereka butuhkan hari ini adalah hadirnya kepedulian kita.
Ubah rasa prihatin menjadi tindakan.
Titipkan sebagian rezeki terbaikmu untuk membantu saudara-saudara kita melewati masa darurat dan perlahan kembali bangkit.
Klik Donasi Sekarang.
Berapapun bantuan yang kamu berikan, ia membawa satu pesan sederhana:
Jika belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat.
Satu donasi dapat memberi bantuan.
Satu kali membagikan campaign ini dapat membuka jalan datangnya lebih banyak pertolongan.
Mari hadir. Mari membantu. Mari kuatkan NTT bersama-sama.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik