

Di sudut kota yang mungkin jarang kita lihat, ada sebuah kampung kecil yang dipenuhi tumpukan barang bekas.
Di sanalah para ayah dan ibu memulung setiap hari. Dari pagi hingga petang, memilah sampah demi menyambung hidup.
Kadang…
Seharian bekerja, yang dibawa pulang hanya Rp30.000.
Itu harus cukup untuk makan suami, istri, dan dua anak.
Di tempat yang sempit dan sederhana itu, anak-anak mereka tumbuh.
Belajar mengaji di ruang seadanya.
Mengerjakan tugas sekolah di antara dinding yang rapuh dan atap yang bocor.
Namun yang lebih menyedihkan dari keterbatasan tempat adalah keterbatasan pendampingan.
Orang tua mereka bukan tak peduli…
Mereka hanya terlalu lelah oleh kerasnya hidup.
Di sinilah kami hadir.
Kami membersamai mereka.
Membimbing mereka mengaji.
Mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk.
Mendampingi mereka menyelesaikan tugas sekolah.
Kami berusaha menjadi penguat peran orang tua — agar anak-anak ini tetap punya harapan.
Jangan biarkan Ramadhan ini berlalu tanpa menghadirkan senyum untuk mereka.
Hari ini, kamu bisa menjadi alasan seorang anak pemulung tersenyum saat berbuka.
Kamu bisa menjadi bagian dari cerita bahagia yang akan mereka kenang seumur hidup.
✨ Klik link donasi sekarang.
✨ Ambil bagian dalam PSU CERIA.
✨ Hadirkan kebahagiaan di tengah keterbatasan.
Karena mungkin bagimu ini biasa…
Tapi bagi mereka, ini luar biasa.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik