

Setiap pagi, banyak dari kita berangkat kerja dengan pikiran penuh target, deadline, dan tanggung jawab. Gaji datang tiap bulan, lalu habis untuk kebutuhan hidup yang tak pernah benar-benar selesai. Di sela itu, sering muncul satu tanya kecil yang jarang dibahas: apakah penghasilan ini sudah bersih dan berkah?
Sahabat Amanah, di tengah kesibukan sebagai pekerja, profesional, ASN, atau freelancer, zakat profesi sering terasa seperti hal baik yang “nanti saja”. Bukan karena tak peduli, tapi karena hidup memang sedang ramai. Artikel ini hadir bukan untuk menghakimi, melainkan menemani—pelan-pelan mengajak memahami zakat profesi dengan cara yang lebih relevan dan manusiawi.
Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan atau keahlian tertentu, seperti gaji bulanan, honor, atau upah jasa. Dalam istilah lain, ia juga dikenal sebagai zakat penghasilan.
Secara syariat, zakat profesi termasuk dalam zakat mal, dengan dasar keumuman perintah zakat atas harta yang berkembang. Ulama kontemporer menetapkan kewajibannya ketika penghasilan telah mencapai nisab, dengan kadar 2,5%. Sederhana, tidak memberatkan, tapi penuh makna.
Zakat profesi berlaku bagi siapa pun yang memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap, selama memenuhi syarat. Di antaranya:
Karyawan dengan gaji bulanan
Profesional seperti dokter, konsultan, atau pengacara
Freelancer dengan penghasilan dari proyek atau jasa
ASN dengan penghasilan rutin dari negara
Jika penghasilan telah mencapai nisab dan kebutuhan pokok terpenuhi, maka zakat profesi menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian.
Menghitung zakat profesi tidak serumit yang dibayangkan. Prinsipnya sederhana:
Besaran zakat: 2,5%
Waktu pembayaran: bisa bulanan (lebih ringan dan konsisten)
Contoh simulasi:
Jika penghasilan bulanan Sahabat Amanah sebesar Rp6.000.000, maka:
2,5% x Rp6.000.000 = Rp150.000 per bulan
Angka ini mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar—terutama bagi mereka yang menerima dan membutuhkannya.
Di tengah banyaknya pilihan, kepercayaan adalah kunci. Langkah Amanah hadir sebagai lembaga zakat terpercaya yang berkomitmen pada pengelolaan dana secara bertanggung jawab dan tepat sasaran.
Beberapa alasan mengapa Sahabat Amanah mempercayakan zakat profesinya kepada Langkah Amanah:
Fokus wilayah Banten dan sekitarnya, sehingga dampak zakat lebih dekat dan terasa
Kantor di Tangerang Selatan, mudah dijangkau dan transparan
Pengelolaan amanah dan terbuka, dengan laporan program yang jelas
Program nyata untuk dhuafa, dari bantuan pangan hingga pemberdayaan
Kami sadar, amanah bukan sekadar nama. Ia adalah janji yang dijaga setiap hari.
Sahabat Amanah, zakat profesi bukan tentang kesempurnaan. Ia tentang niat baik yang terus diusahakan. Tentang menyisihkan sedikit dari yang kita terima, agar hidup orang lain bisa bernafas lebih lega.
Jika hari ini terasa tepat, Langkah Amanah siap menjadi perantara kebaikan itu. Pelan-pelan saja. Karena setiap langkah baik, sekecil apa pun, selalu punya arah.
![]()
Belum ada Fundraiser