
Menjelang akhir tahun 2025, Langkah Amanah kembali meneguhkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Di saat banyak orang menutup tahun dengan perayaan, tim relawan justru menutupnya dengan perjalanan panjang, distribusi bantuan, dan ikhtiar menjaga amanah dari para dermawan. Aceh menjadi saksi bagaimana kepedulian dirajut tanpa henti, dari satu desa ke desa lainnya.
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini menjadi penguat langkah para relawan yang terus bergerak, meski lelah dan medan yang tak selalu mudah.
29 Desember 2025: Ikhtiar Awal di Penghujung Tahun

Pada 29 Desember 2025, relawan Langkah Amanah memulai rangkaian kegiatan dengan berbelanja kebutuhan logistik di Lhokseumawe. Kebutuhan tersebut disiapkan untuk Desa Daling serta operasional dapur umum yang akan berlangsung beberapa hari di Desa Seni Antara. Setiap bahan pangan dan perlengkapan yang dibeli bukan sekadar barang, melainkan titipan amanah yang harus dijaga hingga sampai ke tangan yang membutuhkan.
Di waktu yang sama, di wilayah Aceh Tengah, tim melanjutkan distribusi beras dari total 10 ton beras amanah bagi para korban terdampak banjir. Beras-beras ini menjadi harapan bagi keluarga yang kehilangan persediaan pangan akibat bencana.
30 Desember 2025: Menyambung Harapan dari Aceh Utara hingga Bireuen
Keesokan harinya, 30 Desember 2025, perjalanan berlanjut ke Aceh Utara dan Bireuen. Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari genset, selimut, mesin air, pakaian baru, hingga Al-Qur’an. Bantuan ini diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menguatkan spiritual mereka di tengah ujian.
Setelah itu, tim bergerak menuju Desa Seni Antara untuk kembali mendistribusikan bantuan. Di Aceh Tengah, relawan juga melakukan persiapan distribusi bantuan untuk Desa Daling serta melanjutkan distribusi beras bagi para korban banjir. Setiap langkah terasa berat, namun kelelahan itu terbayar saat melihat senyum warga yang menerima bantuan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Hadits ini menjadi pengingat bahwa manfaat sekecil apa pun dapat menjadi cahaya di tengah kesulitan.
31 Desember 2025: Penutup Tahun yang Sarat Makna

Tanggal 31 Desember 2025 menjadi puncak dari rangkaian penyaluran amanah. Sejumlah kegiatan dilakukan secara intensif di berbagai wilayah:
- Penyaluran family kit amanah dari Fadil Jaidi kepada 185 KK warga Desa Keurumbok, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Paket ini membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabencana.
- Penyaluran paket sembako dan family kit untuk 161 KK warga Desa Daling, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
- Persiapan distribusi 1,5 ton sisa beras amanah dari Fery Irwandi, sebagai upaya memastikan tidak ada bantuan yang tertunda.
- Penyaluran bantuan sembako dan lampu untuk 145 KK warga Desa Seni Antara, membantu penerangan dan kebutuhan dasar warga.
- Penyaluran dapur umum bagi warga Desa Seni Antara, menyediakan makanan hangat sebagai penguat fisik dan semangat.
- Distribusi matras ke wilayah Takengon, melalui program amanah dari Rachel Vennya, guna memberikan kenyamanan bagi warga yang masih bertahan di kondisi darurat.
Amanah yang Terus Dijaga
Rangkaian kegiatan ini bukan sekadar catatan akhir tahun, melainkan pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal waktu. Di setiap paket sembako, di setiap butir beras, dan di setiap sajadah doa warga, tersimpan amanah besar dari para donatur yang mempercayakan rezekinya kepada Langkah Amanah.
Semoga setiap kebaikan yang disalurkan menjadi amal jariyah, dan setiap langkah yang ditempuh dicatat sebagai ibadah di sisi Allah SWT. Tahun boleh berganti, namun semangat berbagi dan kepedulian akan terus menyala, menguatkan saudara-saudara kita yang sedang diuji.