Mi’raj Menuju Ramadhan: Menyemai Kesiapan Ruhiyah di Masjid Jami’ Al Hidayah

Alhamdulillah, pada Selasa, 20 Januari 2025, telah terselenggara kajian Islam bertema “Dari Mi’raj Menuju Ramadhan” yang disampaikan oleh Ustadz Hilmi Firdausi di Masjid Jami’ Al Hidayah, Tebet Dalam, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Grow Up Institute Humanity dan Bidang Dakwah & Kajian Islam (BDKI) Masjid Jami’ Al Hidayah, dengan dukungan Langkah Amanah sebagai bagian dari ikhtiar syiar dan penguatan keislaman di tengah masyarakat.

Kajian ini dihadiri oleh ibu-ibu Majelis Ta’lim Tebet yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Kehadiran jamaah yang memadati masjid menjadi cerminan semangat menuntut ilmu dan kerinduan untuk memperdalam pemahaman agama, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Dalam pemaparannya, Ustadz Hilmi Firdausi mengajak jamaah untuk kembali merenungi peristiwa agung Isra Mi’raj sebagai momentum refleksi spiritual, bukan sekadar kisah sejarah. Peristiwa ini menegaskan keagungan Allah SWT sebagaimana difirmankan-Nya:

“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Al-Isrā’: 1)

Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kajian ini adalah shalat sebagai poros kehidupan seorang muslim. Isra Mi’raj menjadi peristiwa monumental karena di dalamnya Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu secara langsung kepada Rasulullah ﷺ, sebagai bukti betapa agung dan pentingnya ibadah tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan agama.” (HR. Baihaqi)

Lebih jauh, Ustadz Hilmi menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan akan membentuk akhlak seorang muslim. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabūt: 45)

Menjelang Ramadhan, jamaah diajak untuk menjadikan nilai-nilai Mi’raj sebagai pijakan dalam memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan kesabaran, serta memperkuat hubungan sosial. Ramadhan sendiri merupakan bulan pendidikan ruhani, sebagaimana tujuan puasa yang ditegaskan Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Suasana kajian berlangsung khidmat, hangat, dan penuh perhatian. Jamaah menyimak materi dengan seksama hingga akhir, disertai interaksi yang membangun. Momen kebersamaan antara jamaah, pemateri, dan panitia menghadirkan nuansa ukhuwah yang kuat, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan persaudaraan Islam.

Melalui kajian “Dari Mi’raj Menuju Ramadhan” ini, diharapkan jamaah semakin siap secara ruhiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tidak hanya memahami makna Isra Mi’raj secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari—menjaga shalat, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Semoga setiap langkah kebaikan ini menjadi amal jariyah dan mendatangkan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.